Senin, 25 Maret 2019

B. Proses Pembentukan Tanah Berasal dari Pelapukan Batuan

pendidikan sukses     Maret 25, 2019    

Manusia hidup di atas tanah. Hewan serta tumbuhan juga memerlukan tanah sebagai tempat hidup. Apakah tanah itu sebenarnya?


Menurut para ahli, bumi ini mula-mula terbentuk dalam wujud batuan. Batuan yang sudah terbentuk secara perlahan-lahan mengalami pelapukan. Batuan yang telah lama mengalami pelapukan tersebut akhirnya membentuk lapisan-lapisan tanah.

Berdasarkan cara terjadinya, pelapukan dibedakan menjadi tiga, yaitu pelapukan fisika, pelapukan kimia, dan pelapukan biologi.
1. Pelapukan Fisika
Pelapukan fisika adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu. Pelapukan fisika banyak terjadi di padang pasir. Mengapa demikian? Karena saat siang hari suhu di padang pasir sangat panas, sedangkan pada malam hari suhunya sangat dingin.

Perbedaan suhu yang sangat mencolok tersebut menyebabkan batuan mudah mengalami pelapukan. Pelapukan fisika juga terjadi pada pakaian yang kita kenakan. Pakaian menjadi lapuk dan koyak karena sering dicuci dan dijemur.

2. Pelapukan Kimia
Pelapukan kimia adalah pelapukan yang terjadi karena batuan bereaksi dengan zat lain secara kimia. Salah satu contoh hasil pelapukan kimia adalah besi berkarat. Besi berkarat disebabkan oleh reaksi antara besi dengan oksigen dan air.
3. Pelapukan Biologi
Pelapukan biologi adalah pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup. Contoh pelapukan biologi adalah pecahnya pot karena ditembus oleh akar tumbuhan dan lunaknya batu karena ditumbuhi oleh lumut. Lama-kelamaan batuan tersebut mengalami pelapukan akibat ditumbuhi lumut serta perubahan suhu yang berlangsung relatif lama.

Lumut merupakan tumbuhan kecil yang sering hidup pada batuan. Tumbuhan inilah yang memulai peristiwa pelapukan batuan menjadi tanah. Tentu saja perubahan tersebut terjadi selama beribu-ribu atau bahkan berjutajuta tahun. Adanya peristiwa di atas membuat lumut sering disebut sebagai tumbuhan perintis.

Setelah terbentuk tanah melalui pelapukan biologi oleh lumut, barulah tumbuhan lain dapat hidup dan tumbuh di tempat itu. Setelah tumbuhan hidup di tanah, beribu-ribu tahun kemudian baru terbentuk hutan. Di hutan, daun banyak yang berjatuhan ke tanah setiap hari. Selain itu, sisa-sisa tumbuhan serta hewan yang telah mati akan membusuk dan bercampur dengan tanah. Akibatnya, terbentuklah lapisan tanah yang banyak mengandung sisa-sisa makhluk hidup. Lapisan-lapisan tersebut merupakan bagian tanah yang sangat subur. Lapisan itulah yang sering disebut humus atau bunga tanah.

0 komentar :

About us

Agus Sukamto Guru di SDN Gadudero
© 2011-2014 BATUAN DAN TANAH KELAS V. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .