Manusia hidup di atas
tanah. Hewan serta tumbuhan juga memerlukan tanah sebagai tempat hidup. Apakah
tanah itu sebenarnya?
Menurut
para ahli, bumi ini mula-mula terbentuk dalam wujud batuan. Batuan yang sudah
terbentuk secara perlahan-lahan mengalami pelapukan. Batuan yang telah lama mengalami
pelapukan tersebut akhirnya membentuk lapisan-lapisan tanah.
Berdasarkan
cara terjadinya, pelapukan dibedakan menjadi tiga, yaitu pelapukan
fisika, pelapukan kimia, dan pelapukan
biologi.
1. Pelapukan
Fisika
Pelapukan
fisika adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu. Pelapukan fisika
banyak terjadi di padang pasir. Mengapa demikian? Karena saat siang hari suhu
di padang pasir sangat panas, sedangkan pada malam hari suhunya sangat dingin.
Perbedaan
suhu yang sangat mencolok tersebut menyebabkan batuan mudah mengalami
pelapukan. Pelapukan fisika juga terjadi pada pakaian yang kita kenakan.
Pakaian menjadi lapuk dan koyak karena sering dicuci dan dijemur.
2. Pelapukan Kimia
Pelapukan
kimia adalah pelapukan yang terjadi karena batuan bereaksi dengan zat lain
secara kimia. Salah satu contoh hasil pelapukan kimia adalah besi berkarat.
Besi berkarat disebabkan oleh reaksi antara besi dengan oksigen dan air.
3. Pelapukan Biologi
Pelapukan
biologi adalah pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup. Contoh pelapukan
biologi adalah pecahnya pot karena ditembus oleh akar tumbuhan dan lunaknya
batu karena ditumbuhi oleh lumut. Lama-kelamaan batuan tersebut mengalami
pelapukan akibat ditumbuhi lumut serta perubahan suhu yang berlangsung relatif
lama.
Lumut
merupakan tumbuhan kecil yang sering hidup pada batuan. Tumbuhan inilah yang
memulai peristiwa pelapukan batuan menjadi tanah. Tentu saja perubahan tersebut
terjadi selama beribu-ribu atau bahkan berjutajuta tahun. Adanya peristiwa di
atas membuat lumut sering disebut sebagai tumbuhan perintis.
Setelah
terbentuk tanah melalui pelapukan biologi oleh lumut, barulah tumbuhan lain
dapat hidup dan tumbuh di tempat itu. Setelah tumbuhan hidup di tanah,
beribu-ribu tahun kemudian baru terbentuk hutan. Di hutan, daun banyak yang
berjatuhan ke tanah setiap hari. Selain itu, sisa-sisa tumbuhan serta hewan
yang telah mati akan membusuk dan bercampur dengan tanah. Akibatnya,
terbentuklah lapisan tanah yang banyak mengandung sisa-sisa makhluk hidup.
Lapisan-lapisan tersebut merupakan bagian tanah yang sangat subur. Lapisan
itulah yang sering disebut humus atau bunga
tanah.
0 komentar :